Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Optimisme Seorang Pemimpin


Seorang pemimpin, apapun itu, haruslah optimis. Sebab dengan keoptimisannya akan memberi pengaruh kuat terhadap anak buah dan orang-orang di sekitarnya. Mereka yang dipimpin akan dengan mantap pula melangkahkan kaki, bersama meraih tujuan yang telah ditetapkan bersama sebagaimana tercantum dalam rangkaian kalimat visi-misi.
Untuk memperoleh keoptimisan itu, tentu seorang pemimpin tidak mendapatkannya secara cuma-cuma seperti melalui mimpi misalnya, namun keoptimisan harus diperoleh melalui pemikiran yang mendalam dan analisis yang tepat sehingga melahirkan prediksi yang tepat pula. Dan tentu hal itu bisa dilakukan hanya oleh mereka yang memiliki pengetahuan serta wawasan yang luas. Seseorang tanpa pengetahuan, akan sulit baginya untuk memulai sesuatu, apalagi jika harus memimpin dan mengorganisir sebuah instansi atau organisasi.
Selain optimism yang tinggi, pemimpin juga harus mampu meyakinkan anggotanya bahwa prediksi yang dilahirkan dari pemikirannya yang mendalam tidak akan meleset dan tentu sangat membutuhkan uluran tangan sahabat-sahabat seperjuangan. Karena sehebat dan sedahsyat apapun sebuah ide, ia tak akan berarti banyak tanpa ada yang berani (cukup gila) mencobanya{Rene Suhardono}. Dan satu lidi tak akan berguna banyak tanpa lidi-lidi lainnya, sehingga untuk mencapai sebuah tujuan seseorang tidak harus berjalan sendiri, namun ia memerlukan tangan-tangan lain untuk saling bergandeng, menguatkan satu sama lain dan saling melengkapi, mengingat setiap manusia memiliki potensi unik yang beragam dan tentunya memiliki soft skill di bidang yang berlainan.
Orang-orang yang memiliki tujuan yang baik harus pula mengorganisir diri mereka dalam sebuah organ agar tak terkalahkan oleh kejahatan yang telah terorganisir dengan baik. Investasi kebaikan harus mulai dilakukan oleh person-person demi menjaga keseimbangan dan harmonisasi kehidupan. Gerakan-gerakan sporadic melawan arus hidup konsumerisme, hedonism dan glamour yang membuat manusia semakin individualis memperkaya diri sendiri tanpa mempedulikan sekitar yang hampir mati menahan lapar dan kerasnya kehidupan harus terus digalakkan.
Orang-orang kaya harus mengingat kembali, bahwa dalam harta yang mereka miliki ada hak-hak kaum papa. Jika hak itu tidak diberikan, maka ia hanya harus menunggu datangnya bencana yang akan menimpanya, karena harta benda adalah sesuatu yang sudah pasti akan musnah. Berlainan dengan itu, investasi kebaikan akan terus hidup bahkan jika sang pelaku telah meninggalkannya. Selain itu, investasi kebaikan merupakan satu cara untuk melestarikan kebudayaan. Karenanya mereka yang bergerak dan berupaya demi terwujudnya kesejahteraan kehidupan harus terorganisir dengan baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar